Tak Akan Pernah Utuh Kembali


Tak Akan Pernah Utuh Kembali
Kau tahu cermin/ kaca/ bidang datar berbahan gelas? Coba bayangkan! Lalu ambil sebongkah batu, lantas dengan sekuat tenaga lemparkanlah batu itu ke cermin/ kaca/ bidang datar berbahan gelas itu!

Pyaarr!!!

Kau Nampak? Berkeping-kepinglah sudah benda itu, entah ratusan atau bahkan ribuan keping, dari yang berukuran besar, sedang, sampai yang terkecil bahkan hanya seperti serabut!

Pertanyaan dan juga perintahku!

“Dapatkah kau satukan lagi kepingan-kepingan kaca/ bidang datar berbahan gelas/ cermin itu? Jika bisa, satukanlah!”

Duhai, engkau yang memecah benda pecah belah itu mungkin masih mampu menyatukannya, tapi pasti butuh waktu yang tak sebentar! Pun pasti butuh lem yang tak sedikit untuk merangkai kepingan-serpihan itu.
≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈≈
Begitulah, duhai engkau yang mencari makna. Keadaan yang serupa pada hati yang telah terpecah berkeping-keping atas peristiwa di masa lalu. Mungkin ada potensi untuk disatukan kembali. Namun pasti :
“Tak Akan Pernah Utuh Kembali”
~Cukup~






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lenggah Kursi

Alunan Merdu Mendayu-dayu

2018 to 2019