Postingan

Mukaddimah

Semangat Manfaat !!

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuhu Alhamdulillah sobat, aku bisa mengaktifkan kembali blog ini. Mungkin ada beberapa perubahan dan memang hal itu kusengaja untuk lebih semangat lagi mengisi blog ini, dengan konten-konten terbaru pastinya dari tulisanku. Alasanku kembali mengaktifkan blog ini adalah keinginan untuk memiliki  daily journal  tentang apapun yang kulakukan sehari-hari. Selain itu, di blog ini akan kupergunakan untuk menuangkan gagasan-gagasan mengenai ilmu pengetahuan dan budaya. Mengenai daily journal , aku terinspirasi dari tugas-tugas kampus yang seringkali kukerjakan, baik itu dalam praktikum maupun dalam perkuliahan. Sekadar informasi, kebetulan aku saat ini tengah menempuh perkuliahan di salah satu universitas negeri di Purwokerto Jawa Tengah, dengan mengambil konsentrasi jurusan Biologi. Nah, daily journal itu akan aku isi dengan bermacam-macam analisis tentang jurnal pengetahuan serta hubungannya dengan realitas di masyarakat. ...

Hidayah

Hidayah itu diturunkan dan didapatkan zi, setiap hari Allah menurunkan hidayah pada seluruh semesta, tinggal manusia nya aja, mau cuek dan semakin menjauh atau berusaha meraih hidayah tersebut.  Coba introspeksi, mungkin ada yg salah dengan sholat mu.  Mungkin kamu sedang jauh dari Al Qur'an.  Kamu kalau hidup cuma ngejar ekspektasi manusia kamu sendiri yg capek zi.  Coba kamu ngejar ekspektasi Allah, Allah itu cuma pingin kamu taat, jalankan perintah nya dengan sebaik-baiknya, ridho pada semua ketetapan-Nya.  Ibadah yg paling besar pahalanya adalah ibadah ridho, ridho pada semua takdir Allah, ridho, ikhlas, dan menjalani nya dengan penuh rasa syukur. 

Momen Pergerakan dan Mempergerakkan Pemuda Desa

Gambar
(Momen Pergerakan dan Mempergerakkan Pemuda Desa)  Japanan, 13 Agustus 2023 Saya sungguh sangat tertarik dengan idiom dalam bahasa Jawa, "kebo nyusu gudel". Pemahaman yang saya dapat dari idiom itu sampai sejauh ini adalah nuansa arogansi dan gengsi serta tensi, bagi generasi tua yang ogah bahkan cenderung amit-amit kalau misalnya ia lebih kalah daripada generasi muda.  Hal ini disebabkan banyak faktor, seperti misalnya menganggap bahwa yang tua sudah sangat berpengalaman dalam hidup, sudah mengenyam asam pahit getirnya kehidupan, serta dilain sisi menganggap bahwa yang muda harus selalu diarahkan, masih harus dibimbing, dan tidak berkompeten dalam kehidupan.  Nuansa ini tidak seluruhnya benar, tapi yang selama ini terjadi mayoritasnya seperti itu. "Kebo nyusu gudel", mengumpamakan orang tua yang harus menimba ilmu dari yang muda, dianggap tabu dan tidak sopan. Padahal sesungguhnya ketika kita belajar dari yang lebih muda - misalnya dengan mempelajari proses tumbuh ...

Tetralogi Konak [4]

Sebelum Mati Dicarinya secercah cahaya di ujung waktu setelah penghabisan ia dihajar konak kuyup sekujur hati ditimpa sepi sayup bergema suara,  "Barangsiapa berlucah ria, seyogyanya hatinya kuyup berselimut junub" hingga ia mencebur pada samudera  mensuci, memurni, memfitri kembali Maka, secercah cahaya di ujung waktu itu imaji paling religi, untuk beringsut menggapai samudera mensucikan jiwa, menyetrika kusutnya raga, menggodok murninya hati Sebelum nanti menghadap pada hari Pertemuan Agung berhadap-hadapan dengan sebab-sebab yang telah diperbuat sendiri : "Sebelum Mati"

Tetralogi Konak [3]

  Belenggu ~Oji pergelangannya terbelenggu terikat waktu di belakang tengkukmu Kakinya terjegal melonglong meminta bala bantuan yang ada semakin terkekang jegalan kakinya menggerutu memekik nencekik waktu Sedang, mulutnya bisu!  bukan kerana dilahirkan ibu begitu tapi sebongkah sumpal menutup goa gema itu!  Menekuk lutut ia, terbelenggu waktu cap cap belenggu mentato kulit sawo matang itu memberi kesakitan memberi kenangan kenangan pedih jika tak jalan di rel lurus itu!  Ayo!!! Belenggu saja pendosa itu! 

Tetralogi Konak [2]

  Kedung ~Oji Airnya beriak-riak keruhnya nampak-nampak kerikilnya mengoyak-oyak kedalamannya tak nampak Riaknya nyaring memekak lantas ikan tak satu pun beranak beranak kedalaman  beranak pemahaman beranak kedewasaan beranak hikmat dan kebijaksanaan Tidak! Tidak nampak ikan beranak  kecuali di kedung kedalaman ia bertelur beranak-pinak menetas hikmat dan kearifan Iya, hanya di Kedung Kedalaman ikan beranak-pinak bertelur menetas  Melahirkan generasi baru yang lain hal dengan generasi lalu Tapi, tetap : Satu! 

Tetralogi Konak [1]

  Ingat Itu ~Oji Berjalan gontai memanggul rasa abai terhadap keadaan diri lunglai Jemu berujung penghabisan waktu tetkala nurani dikoyak kemaksiatan diri membuahkan gagal mencipta ketidkanyamanan lantas, di batas itu  diri abai tak menentu abai terhadap waktu abai terhadap kalbu abai terhadap ortu abai terhadap segala sesuatu Berjalan gontai memanggul rasa abai Hingga ujung waktu ; Pertanggungjawaban itu! 

Sejatiku, Kau

Aku Siapakah?  Mana aku sejati?  atau siapa sejatinya aku ini?  Apatah aku ialah aku rasaku?  Apatah aku ialah aku pikiranku?  Apatah aku ialah aku jasadiku? Apatah aku ialah aku batiniahku?  Apatah aku ialah aku wadagku? Apatah aku ialah aku sirr-ku?  Duhai.... Mana aku sejati?  atau siapa sejatinya aku ini?  Beterbangan mengitari cakrawala Mencari makna tiada terkira  Mana aku sejati?  atau siapakah sejatinya aku ini?