Puisi Lomba Cimanuk Indramayu


Orkestra Hujan
Oleh : Masuzi Ramadhani
Kricik…kricik…kricik…kricik…kricik….
Gemericik air menuruni genting
di malam syahdu nan merdu ini
Syahdu karena begitu merdu konser hujan ini
Merdu karena begitu syahdu orkestra hujan di malam ini

Gemericik air menuruni genting
menghunjam keras ke bawah
menghancurkan batu kedholiman
meluluhkan kerikil kemunafikan
hingga menjadi tanah iman
yang tertancap kuat di kalbu setiap insan

Gemericik air menuruni genting
menginsafkan kita akan pesan dari Sang Rahiim
tentang cinta kasih yang ditebar
tak pilih kasih pada siapapun yang tersayang

Gemericik air menuruni genting
membawa kehidupan bagi makhluk yang kehausan
makhluk-makhluk yang haus akan kasih sayang-Nya
makhluk-makhluk yang haus akan belaian-Nya
makhluk-makhluk yang haus akan keridhoan-Nya

Gemericik air menuruni genting
Pertanda, Cinta Tuhan tak henti-hentinya ditebar
Sayang Tuhan tak henti-hentinya disebar
Kasih Tuhan tak habis-habisnya dibagikan
Segalanya diberikan karenaTuhan masih sayang
Segalanya diberikan karena Tuhan tetap C.I.N.T.A
Meskipun….
Tingkah kita, manusia, tak henti-hentinya menjengkelkan-Nya
Sikap kita, manusia, tak habis-habisnya sebabkan sebal-Nya
Prilaku kita, manusia, seringkali jadikan sakit hati-Nya
Kedholiman, kekufuran, kemunafikan
MERAJALELA!!!
Pertikaian, perusakan, pergaulan tanpa batas
Semakin MENGGILA!!!

Namun, INGATLAH Sahabat!
Tuhan ndak akan marah!
Tuhan ndak akan ngambek!
Tuhan ndak akan murka!
asalkan kita manusia, menginsafi itu semua!

Gemericik air menuruni genting
sebuah Puisi Cinta teramat romantic dari Tuhan
teruntuk kita yang penuh cela dan dusta
Salam syahdu dan merdu
dari sang gemericik air yang menuruni genting


*Purwokerto, 16 September 2016
Menjelang jamaah shalat Isya’

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Lenggah Kursi

Alunan Merdu Mendayu-dayu

2018 to 2019