Pidato Kemerdekaan
INDONESIA?
Assalamualaikum
wr. wb
Pekik
Merdeka : Merdeka! (Tangan diangkat setinggi bahu sambil dikepalkan)
Saudara-saudara
sebangsa dan setanah air
Salam
sejahtera dan salam merdeka untuk kita semua!
“Bangsa
yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa-jasa pahlawannya,” pesan Bung
Karno pada salah satu pidatonya.
Ya,
masuk akal memang isi dari pesan Bung Karno tersebut. Kewibaan, kebesaran, dan
kehormatan suatu negara linear dengan sikapnya terhadap pahlawan negara.
Seperti budaya Indonesia, yang mana kaum muda lebih hormat kepada orang tua
atau kaum tua. Maka sikap menghargai pahlawan merupakan implementasi dari
kebudayaan Indonesia itu sendiri.
Saudara-saudara
sebangsa dan setanah air.
Para
pahlawan telah berjuang mati-matian, mengorbankan waktu, tenaga, harta benda,
bahkan nyawa mereka demi merebut kemerdekaan. Siang malam adalah waktu
perjuangan, hujan mortir adalah makanan keseharian, desingan peluru adalah
musik harian, ceceran darah pemandangan keseharian, serta bau nyinyir dan amis
darah jadi penyedap hidung setiap hari.
Saudara-saudaraku
sebangsa dan setanah air
Bukankah
begitu heroik dan membanggakan jasa-jasa pahlawan negara kita itu? Harta dan
kehormatan bukanlah tujuan yang signifikan, bahkan mereka rela merenggang nyawa
demi kemerdekaan bangsa. Prioritas utama mereka adalah nasib rakyat Indonesia.
Kepentingan rakyat adalah di atas segalanya tujuan para pahlawan adalah
kemakmuran, kesejahteraan, dan kemerdekaan bangsa. Tidak lebih dan tidak
kurang. Kecintaan mereka terhadap bangsa melebihi cintanya kepada diri sendiri.
Saudara-saudaraku
sebangsa dan setanah air.
Pada
momentum hari pahlawan ini, sepatutnya kita bisa merefleksikan diri atas sikap
yang selama ini kita lakukan kepada bangsa Indonesia, apakah kita telah
benar-benar membangun bangsa pasca kemerdekaan ataukah kita malah
menghancurkannya?
Saudara-saudaraku
sebangsa dan setanah air.
Pada
saat-saat seperti ini, kejujuran hati sangatlah diperlukan untuk mengakui
tentang sikap kita terhadap bangsa. Faktanya saat ini, banyak penjahat-penjahat
negara baik dari dalam maupun dari luar Indonesia yang merongrong negara.
Penjahat dari dalam, semacam korupsi, koalisi politik, perbutan kekuasaan,
bagi-bagi kursi, monopoli, narkoba, terorisme, dan sebagainya, telah
memperburuk citra negara. Penjahat dari luar semacam gaya hidup hedon yang
ditiru buta para remaja, konsumerisme menjajah generasi muda dan masyarakat
kebanyakan pada umumnya, seta hal-hal destruktif lainnya.
Saudara-saudaraku
sebangsa dan setanah air
Atas
hal-hal semacam yang disebutkan di atas, muncullah pertanyaan, “yang begini ini
Indonesia? Yang begini ini negara?”
Tidak,
tidak! Indonesia tidaklah seperti ini! Indonesia adalah dia yang dilahirkan
dari rahim bangsa Indonesia, dia yang dilahirkan dari kandungan rakyat
Indonesia. Sejak lama, bangsa Indonesia terkenal akan kearifan budayanya,
kearifan lokalnya. Bangsa Indonesia menunjukkan sikap luuhurnya yang selama ini
telah mengakar kuat di keseharian rakyat sejak dahulu. Tapi, yang ada kini,
apakah yang seperti ini bangsa Indonesia? Apakah yang begini ini
manusia-manusia Indonesia?
Saudara-saudaraku
sebangsa dan setanah air
Sekiranya
di momen hari Pahlawan ini, kita bisa mengevaluasi apa yang telah terjadi
selama ini, tentang sikap, sifat, dan kepribadian bangsa yang sedikit demi
sedikit terkikis. Tapi ingatlah saudara-saudaraku akan pesan Bung Tomo, “selama
banteng-banteng Indonesia tetap berdarah merah, yang mampu memerahkan secarik
kain putih menjadi MERAH dan PUTIH, selama itu pula perjuangan kita tetap
diperlukan untuk membangun bangsa Indonesia!!
Saudara-saudaraku
sebangsa dan setanah air.
Marilah
kita berfokus pada kelebihan-kelebihan yang dimiliki bangsa Indonesia ini. Kita
abaikan dulu kelemahan-kelemahan negara ini, kita fokus menatap masa depan,
kita teladani semangat perjuangan para pahlawan, kita eksploras
kearifan-kearifan budaya kita, kita aplikasikan, dan kita bangun negara kita
berlandaskan cita-cita luhur bangsa Indonesia.
Saudara-saudaraku
sebangsa dan setanah air.
Pilihan
sekarang berada di tangan kita, kita bertindak atau diam seribu kata. Kita
berjuang atau mati tanpa arti. Kita bangun negeri ini, kita pertahankan
kemerdekaan negeri ini. Kita ikhtiarkan agar pertanyaan, “yang begini ini
Indonesia?” Tidaklah menerpa kita.
“Apakah
yang begini ini Indonesia? Jawablah dengan lantang, YA!!! Dan kamilah agen
perubahan yang membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.
Saudara-saudaraku
sebangsa dan setanah air`
Semoga
semangat juang pahlawan dapat kita teladani untuk membangun negeri. Semoga kita
sukses saudara-saudaraku!!! Rahmat Tuhan menyertai hamba-Nya.
Wassalamualaikum
wr. wb.
Noer
semoga berhasil dan sukses ya lombanya. Ni tulisan jauh dari sempurna tapi
semoga bisa bermanfaat bagi kamu. Semoga.
--Kancamu
nang negeri antah berantah---
Salam
rindu untukmu dan semua kawan-kawan, salam sukses...:-)
Komentar
Posting Komentar