Sudahkah Kita Bersyukur Hari Ini?
Hai
sobat, berjumpa lagi dengan aku di tulisan sesi kali ini. Pada kesempatan ini,
aku akan menceritakan tentang kejadian yang beberapa hari ini kualami. Ya,
beberapa hari ini di tengah kesibukan kuliah, organisasi dan kesibukan lain,
aku mengalami sakit. Awalnya aku tidak tahu apa penyebabnya, tapi usut punya
usut, ternyata penyebabnya adalah diriku sendiri. Bener lho ini sobat, penyebab
sakitku beberapa hari ini memang diriku sendiri, siapa lagi coba? Okay, sakit
yang kualami sekian waktu ini adalah penyakit yang menurutku sangat mengganggu,
yaitu (monmaap ya) sakit perut atau
diare. Sebenarnya menurut pemahamanku, diare itu bukan penyakit lho sobat, ngga
percaya ayo deh bareng-bareng kite telusuri lebih jauh tentang diare dari
berbagai macam sudut pandang, cara pandang, resolusi pandang, serta
pandangan-pandangan lain yang bisa saling melengkapi pengetahuan kita tentang
diare.
Memang
saat itu aku baru selesai mengikuti acara organisasi yang diadakan dua hari. Sepulang
dari acara, eh ternyata diare itu datang dan membuat hari-hariku terasa sangat
menyiksa banget. Aku pun mengingat-ingat kejadian selama dua hari acara
organisasi. Mengingat-ingat apakah aku salah makan atau ada hal-hal lain yang
tidak kusadari dan itu ternyata membuat aku diare?
Sambil
mengingat-ingat itu, aku rebahan di kamar tidurku. Ketika itu aku merasakan
perutku yang beraktivitas entah apa, tapi juga menimbulkan bunyi “krucuk-krucuk” yang beda dengan kondisi
saat kita lapar. Intinya ada aktivitaslah di perutku. Nah, dari situ aku kepikiran
apa yang dilakukan oleh perutku ya? Setelah muncul pertanyaan itu, aku pun
sudah teringat kejadian apa saja yang kualami selama di tempat acara
organisasi. Ya, di tempat acara itu ternyata aku makan-makanan terlalu banyak
dan tidak teratur serta ada yang pedas. Selain itu, kondisi di tempat acaraku
itu sangat dingin karena daerah pegunungan, bisa jadi aku masuk angin juga,
karena perutku juga terasa begah. Mengikuti hasrat keingintahuanku tentang
mengapa hal itu bisa terjadi, aku akan sedikit mengutip penjelasan tentang apa
itu diare dan nanti akan aku analisis dengan apa yang telah terjadi padaku ini.
Menurut wikipedia Indonesia Diare adalah sebuah penyakit disaat tinja atau feses
berubah menjadi lembek atau cair yang biasanya terjadi paling sedikit tiga kali
dalam 24 jam. Kondisi ini merupakan gejala dari luka, penyakit, alergi, kelebihan
vitamin C, dan mengonsumsi buah-buahan tertentu.
Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Memakan makanan
yang asam, pedas atau bersantan sekaligus secara berlebihan dapat mengakibatkan
diare karena usus dibuat kaget. Hal ini terjadi ketika cairan yang tidak
mencukup diserap oleh usus besar. Sebagai bagian dari proses digesti, atau
karena masuknya cairan, makanan tercampur dengan sejumlah besar air. Oleh karena
itu makanan yang dicerna terdiri atas cairan sebelum mencapai usus besar. Usus besar
menyerap air, meninggalkan material lain sebagai kotoran setengah padat. Bila usus
besar rusak/radang, penyerapan tidak terjadi dan hasilnya adalah kotoran yang
berair.
Nah dari uraian referensi
di atas, aku mencoba mengkolaborasikan dengan bermacam pandangan tentang si
diare ini. Pertama, dari segi pengertian memang diare adalah suatu penyakit
yang disebabkan oleh usus besar yang tidak optimal dalam menyerap air yang ada
dalam makanan. Dari sini bisa kusimpulkan bahwa memang benar, hal itulah yang
kualami karena aku pun juga salah dalam mengonsumsi makanan, yaitu
makan-makanan pedas lalu minum air banyak-banyak di saat makan. Padahal hal itu
akan meningkatkan jumlah air yang masuk sehingga usus besar tidak optimal
menyerapnya. Nah ini nih, yang membuatku diare. Kedua, dari segi makananpun
banyak yang pedas, bersantan, dan memiliki kandungan perasa yang tinggi. Mungkin
boleh saja mengonsumsi makanan-makanan itu, tapi dalam jumlah yang wajar. Aku teringat
saat acara itu, sepertinya aku makan terus ngga ada abisnya, dari makanan
pedas, snack berperasa banyak, dan makanan ringan lainnya. Mungkin ini juga
jadi penyebab diare. Selain itu, ada juga yang ketiga adalah faktor cuaca
dingin daerah pegunungan. Saat itu, setelah acara selesai semua peserta tidur
ke ruangan masing-masing. Memang untuk tidur, kami hanya beralaskan tikar dan
dibawahnya langsung keramik. Sobat bisa bayangin gimana dinginnya. Hal itu
memang seharusnya bisa diantisipasi dengan membawa selimut hangat atau kain
penghangat agar meminimalisasi hawa dingin. Nah aku ternyata tidak seperti itu,
saat itu hanya mengenakan jaket tipis dan celana training, jadi deh kayaknya
aku juga masuk angin. Soalnya saat diare itu datang aku juga agak mual dan juga
sering muntah.
Dari analisisku itu tadi,
secara pribadi aku bisa mengambil hikmah dari kejadian ini, bahwa sebetulnya
diare itu bukan penyakit apabila kita berlaku hidup yang sehat, menjaga diri
pribadi, dan senantiasa mengolah tubuh agar tetap bugar. Hal ini bisa kusebut
sebagai rasa syukur kita atas anugerah tubuh yang tiada suatu cacat apapun. Dengan
memiliki tubuh yang alhamdulillah sempurna, seharusnya aku pribadi bisa menjaga
dengan cara tidak makan yang berlebihan, boleh makan pedas asal tau porsi dan
ngga berlebihan. Kemudian tidak minum di tengah-tengah makan. Seingatku dulu,
bapakku tercinta pernah dan selalu menasehatiku bahwa jangan sampai minum di
tengah-tengah makan. Dulu aku ngga ngerti apa maksudnya, sepertinya itu salah
satu anjuran Nabi Muhammad dalam salah satu haditsnya, mungkin nanti perlu aku
cari tau. Kemudian ada juga kakak tingkatku di perkuliahan pernah bilang, dia
dari kecil ngga pernah minum di tengah-tengah makan, karena berdasarkan nilai
filosofis yang dia pegang dia itu tidak mau kalah dengan apapun yang terjadi di
hidup ini. Makan bagi dia dijadikan seperti perjuangan hidup, maka jangan
menyerah minum dulu, sekalipun itu kondisi pedas, sebelum makanan habis. Bagus juga
menurutku pandangan kakak tingkat itu. Intinya disini kenapa aku bisa bilang
diare itu bukan penyakit, karena itu semua tergantung dari kita, apakah kita
bisa dan mau merawat tubuh kita sebagai rasa syukur, atau malah beralih dengan
sikap masa bodo dan tidak merawat tubuh? Pilihan di tangan kita, maka dari
peristiwa ini aku punya pandangan yang setiap hari harus kudengungkan sebagai
pengingat, bahwa :
“Sudahkah kita bersyukur hari
ini?”
dengan begitu, harapannya aku pribadi dan
semoga sobat sekalian bisa merawat tubuh ini sebagai anugerah yang sangat
sempurna dari Allah SWT.
Cukup segini dulu
tulisanku ini, mohon maaf jika ada salah-salah penulisan dan pemahaman, aku
disini belajar dari sebanyak mungkin hal yang bisa kupelajari dan semoga selalu
dibawah bimbingan-Nya agar ilmu yang kudapatkan bermanfaat.
See
you next Sobat.....!!!!
Komentar
Posting Komentar