Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2019

2020

>> Sonya Manembah Tan Dresthi  (Sepi dalam penyembahan, dan tidak ingkar janji) >> Luhuring Ngabekti Mesat Dresthi   (Luhurnya pengabdian karena menghindari khianat diri) >>Harapan-harapan terbarukan di penghujung tahun 2019 dan menjelang tahun 2020 ~Selasa, 31 Desember 2019 ~Masuzi Ramadhani

Keberanian untuk Istiqomah

(Disadur dari Facebook) 16 DESEMBER 2018   ·   PUBLIK ....belajarlah pada senja, sampai kapanpun ia tak kan mengkhianati warna jingganya... ~Titut Edi Purwanto (Sesepuh Banyumas).” Begitu kira-kira pesan yang aku tangkap dari seorang yang sangat luar biasa, mbahnya, bapaknya, dan sesepuhnya orang Banyumas Raya. Iya, beliau Pak Titut, seorang yang terkenal nyentrik dan cukup unik di tlatah Banyumas ini. Gimana ga unik, wong di setiap pertunjukan seninya selalu menampilkan hal-hal baru yang tidak lumrah, seperti melukis dengan tubuh (bisa ente liat di- link ini ya https://www.youtube.com/watch?v=1auiJgGpnow ). Bagi aku yang memang bukan orang asli Banyumas, ketika bertemu pertama kali dengan beliau dalam acara simpul maiyah Juguran Syafaat, kesan pertamanya adalah Takjub. Kenapa? lha gimana cung, wong di daerah asalku jarang-jarang nemuin orang “luar biasa” macam beliau tu, ndilalah disini bisa kenal dan tau tentang beliau. Semua memang sudah diperjalankan mungk...

Hujan Siang Itu

Hujan Siang Itu Oleh : Masuzi Siang itu, waktu bersandar pukul dua lebih sepuluh lima menit mendatang, waktunya sekolah pulang selepas belajar tambahan, di sekolah berseragam putih merah Menit tiga belas berselang, terdengar gemeratak hujan sontak timbul kepanikan pun keriangan Kepanikan anak sekolah, takut pulang berbasah-basah namun, riang pula sebab belajar kan diakhirkan Sedang aku,  membisu di pojok ruangan // Siang itu, deras hujan makin menggempur aku yang membisu di pojok ruangan memikirkan cara pulang Ahaaa!!! terpikir tuk menuju kebun belakang niat hati ambil daun pisang tuk payung badan agar tak berbasahan terlangkahkan kaki tuk memetik Krekk...terpetik selembar Saat balik badan, munculah seseorang Idaman hati yang selama ini terpikirkan Spontan! Daun pisang kupayungkan : Aku & Dia! Kita berjalan pulang beriringan menembus hujan dengan selembar daun pisang Sangat terkesan