Sumpek (Jw. red. Tertekan) Tulisan ini sebenarnya adalah tulisan awal di blog coretan pena penuh makna ini. Namun, karena sesuatu harus kuhapus dari peredarannya :p Maka hari ini aku re-produksi (dengan tanda pisah) tulisan ini yang semoga bisa mengingatkanku tentang perjuangan di awal-awal perkuliahan dulu. Bahkan sebelum kuliah, masa-masa aku masih di daerah asal sebelum berangkat ke kota rantau yang disana ngga punya saudara sama sekali. Okay langsung aja sobat, silakan menikmati tulisan ini. Fa, ( aku dulu menyebut diriku Bang Fa, wkwk ) beberapa hari lagi kau akan melakukan perjalanan jauh. Perjalanan suci untuk memerangi kebodohan, ya, perjalanan itu demi memerangi kebodohan. Namun, kejadian siang kemarin tidaklah bisa kau lupakan. Sumpek , gelap. Semua terasa kelam. Matamu berkunang-kunang, kepalamu pening, nafsu makanmu pun terganggu. Siang itu, emak kau membaiatmu. Di ruang tamu yang sederhana, meja kayu dengan barisan jajanan hari raya terpampang di tengah-tengah ruanga...
Komentar
Posting Komentar