Postingan

Tetralogi Konak [3]

  Belenggu ~Oji pergelangannya terbelenggu terikat waktu di belakang tengkukmu Kakinya terjegal melonglong meminta bala bantuan yang ada semakin terkekang jegalan kakinya menggerutu memekik nencekik waktu Sedang, mulutnya bisu!  bukan kerana dilahirkan ibu begitu tapi sebongkah sumpal menutup goa gema itu!  Menekuk lutut ia, terbelenggu waktu cap cap belenggu mentato kulit sawo matang itu memberi kesakitan memberi kenangan kenangan pedih jika tak jalan di rel lurus itu!  Ayo!!! Belenggu saja pendosa itu! 

Tetralogi Konak [2]

  Kedung ~Oji Airnya beriak-riak keruhnya nampak-nampak kerikilnya mengoyak-oyak kedalamannya tak nampak Riaknya nyaring memekak lantas ikan tak satu pun beranak beranak kedalaman  beranak pemahaman beranak kedewasaan beranak hikmat dan kebijaksanaan Tidak! Tidak nampak ikan beranak  kecuali di kedung kedalaman ia bertelur beranak-pinak menetas hikmat dan kearifan Iya, hanya di Kedung Kedalaman ikan beranak-pinak bertelur menetas  Melahirkan generasi baru yang lain hal dengan generasi lalu Tapi, tetap : Satu! 

Tetralogi Konak [1]

  Ingat Itu ~Oji Berjalan gontai memanggul rasa abai terhadap keadaan diri lunglai Jemu berujung penghabisan waktu tetkala nurani dikoyak kemaksiatan diri membuahkan gagal mencipta ketidkanyamanan lantas, di batas itu  diri abai tak menentu abai terhadap waktu abai terhadap kalbu abai terhadap ortu abai terhadap segala sesuatu Berjalan gontai memanggul rasa abai Hingga ujung waktu ; Pertanggungjawaban itu! 

Sejatiku, Kau

Aku Siapakah?  Mana aku sejati?  atau siapa sejatinya aku ini?  Apatah aku ialah aku rasaku?  Apatah aku ialah aku pikiranku?  Apatah aku ialah aku jasadiku? Apatah aku ialah aku batiniahku?  Apatah aku ialah aku wadagku? Apatah aku ialah aku sirr-ku?  Duhai.... Mana aku sejati?  atau siapa sejatinya aku ini?  Beterbangan mengitari cakrawala Mencari makna tiada terkira  Mana aku sejati?  atau siapakah sejatinya aku ini? 

Yang Setia

Yang Setia Yang Setia.... bukan dia yang mengumbar kata Apalagi mengumbar janji belaka Apalagi mengumbar nafsu neraka Yang Setia.... Bukan dia yang berani berkata cinta Tapi pengecut tuk melangkah nyata Bukan dia yang hanya mampu mengumbar kata kata Tapi nol pembuktiannya Yang Setia.... Hanya satu frasa : Taat PadaNya menjadi Penguat Langkah Mengambil Janji Setia Jombang-Bekasi /30 Agustus 2021

Sepucuk Surat

Kepada yth. Saudara/i Nurani di tempat Sepucuk Surat Suratku ini…. kusampaikan untuk diriku Aku tak tahu apakah surat ini resmi atau tidak? Aku juga tak tahu apakah wajib kubalas atau tidak? Aku hanya ingin suratku sampai ke hatiku Aku hanya tahu jika suratku harus tersampaikan kepadaku Aku hanya ingin diriku tahu dan juga mengerti Bahwa suratku ini hanya untukku sendiri           Inilah sepucuk suratku           Assalamualaikum wr.wb.           Yth. Aku sebagai penerima surat           di tempat           Sudah lama aku memendam perasaan ini. Aku lupa bagaimana cara mengungkapkan perasaan. Melalui lisankah? atau mata? atau telinga? atau tangan? ataukah kaki? Sungguh aku lupa…lupa sama sekali!     ...

For Love

Haruskah kunyatakan cintaku? Agar kau dengar suara hatiku? Haruskah kulukis rasa sayangku? Haruskah kutulis semua kerinduanku? Agar kau sedikit saja mengerti Betapa aku : MENANTI CINTAMU! Selembar doa aku layangkan padamu Mengharap kau menemani hidupku Meski aku tahu Aku merasa tak mampu memilikimu Hanya lewat guratan kata Kuhaturkan segenap rasa Yang kupendam dalam puncak asmara Takkan hilang dalam hitungan masa Jika Tuhan mengizinkan Ijinkan aku menyayangimu Dalam derai tawa Dalam tangis air mata Ataupun Dalam cinta yang terpendam rahasia